Dinas PPKUKM Siapkan UKM Binaan Hadapi Persaingan Pasar Global
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Produk Ekspor Tahun 2026 yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat.
"mengetahui standar yang dibutuhkan,"
Kegiatan yang diikuti oleh 60 pelaku usaha binaan ini menjadi bagian awal dari rangkaian Pendampingan dan Business Matching Ekspor 2026, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai pembinaan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar ke tingkat internasional.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengingatkan pelaku UKM yang ingin memasuki pasar internasional agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Delapan Pelaku UMKM Binaan Dekranasda Jakpus Ikut Asia Fashion ShowMenurutnya, pasar global memberikan peluang yang besar bagi produk-produk UKM Jakarta. Namun, peluang tersebut juga datang dengan tuntutan yang lebih tinggi, baik dari sisi kualitas produk, harga, standar, maupun kemampuan pelaku usaha memahami karakter pasar dan kebutuhan calon pembeli.
"Kalau ingin masuk ke pasar global, UKM harus siap bersaing. Persaingannya sangat ketat. Jadi bukan hanya produknya yang harus bagus, tetapi pelaku usahanya juga harus memahami pasar, mengetahui standar yang dibutuhkan, mampu menghitung harga dan biaya ekspor, serta siap bernegosiasi dengan buyer," ujarnya, Selasa (1/9).
Ratu menyampaikan, memasuki pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang lebih komprehensif. Maka itu, UKM perlu memahami berbagai aspek perdagangan internasional, mulai dari strategi penetapan harga, perhitungan biaya ekspor, prosedur dan dokumen ekspor, negosiasi dan kontrak dagang internasional, pengelolaan logistik, strategi penjualan, hingga penyusunan rencana bisnis ekspor.
"Kita tidak ingin UKM hanya siap menjual, tetapi belum siap ketika berhadapan dengan buyer dari luar negeri. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kesiapan usaha," kata dia.
Setelah pendampingan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Business Matching Ekspor selama satu hari pada Oktober 2026. Sebanyak 40 pelaku usaha terbaik dari peserta Bimtek akan dipertemukan langsung dengan calon potential buyer dari berbagai negara.
Ratu menegaskan, tahap ini penting agar UKM tidak hanya paham teori, tetapi juga berani berhadapan langsung dengan pasar global. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan buyer, mengevaluasi produk, dan membangun kerja sama demi menciptakan peluang ekspor nyata.
"Ini pertama kalinya kita membuat rangkaian yang lengkap, mulai dari Bimtek, kemudian pendampingan, sampai business matching. Jadi ada proses untuk menyiapkan UKM, lalu ada kesempatan untuk mempertemukan mereka dengan calon buyer," katanya.
Ia mengingatkan, persaingan pasar internasional sangat ketat karena banyaknya kompetitor dari negara lain. Oleh karena itu, UKM Jakarta dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Ratu berharap, Rangkaian Pendampingan dan Business Matching Ekspor 2026 ini menjadi langkah awal bagi UKM Jakarta untuk naik kelas.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus menyediakan pendampingan dan membuka akses pasar, namun kesiapan untuk bersaing tetap kembali kepada komitmen pelaku usaha itu sendiri. Kami ingin semakin banyak UKM Jakarta yang berani melihat pasar internasional sebagai peluang pertumbuhan," tandasnya.